Proses ProduksiProses Produksi Aki/Baterai Mobil dan Motor.

content will be available soon

 
Pertanyaan Umum Seputar Proses Produksi Aki Yuasa.
Bagaimana tahapan utama proses produksi aki Yuasa?

Proses produksi aki Yuasa melalui beberapa tahapan utama: pembuatan grid (kisi-kisi) timbal melalui casting atau expanded metal, pembuatan pasta aktif (active material) dari serbuk timbal yang dicampur asam sulfat dan aditif, pasting (pelapisan pasta ke grid), curing (pengeringan dan oksidasi terkontrol), assembly (perakitan pelat positif dan negatif dengan separator), pengelasan sel (element welding), pengisian casing, formasi (charging awal) dengan larutan elektrolit, hingga pengujian kualitas akhir sebelum pengemasan.

Mengapa proses formasi (initial charging) penting dalam produksi aki?

Formasi adalah proses pengisian arus listrik terkontrol pada pelat aki yang telah diisi elektrolit untuk mengubah pasta aktif menjadi bahan aktif elektrokimia (lead dioxide di pelat positif dan sponge lead di pelat negatif). Tahap ini menentukan kapasitas, performa, dan umur pakai aki sehingga dilakukan dengan parameter arus dan waktu yang diawasi ketat sesuai standar kualitas.

Apa fungsi separator dalam proses produksi aki?

Separator adalah lapisan berpori yang dipasang di antara pelat positif dan negatif untuk mencegah kontak langsung (short circuit) antar pelat, sekaligus memungkinkan ion bergerak bebas melalui elektrolit selama proses charge dan discharge. Kualitas dan penempatan separator yang presisi selama assembly sangat menentukan keamanan dan keandalan aki.

Bagaimana kontrol kualitas dilakukan pada aki Yuasa sebelum didistribusikan?

Setiap batch aki Yuasa melalui pengujian kualitas meliputi pengukuran tegangan (voltage), kapasitas (capacity test), pemeriksaan kebocoran (leak test), serta inspeksi visual casing dan terminal. Aki yang tidak memenuhi standar akan ditolak sebelum masuk tahap pengemasan dan distribusi ke jaringan dealer resmi.